Membuat rencana? Waaah menyebalkan…
Posted on | December 21, 2010 | 3 Comments
Membuat rencana….merencanakan hidup? Waahhh menurut saya adalah sesuatu yang jarang dilakukan oleh kita bangsa Indonesia (termasuk juga saya…). Merencanakan hidup, berrati kita harus banyak berfikir ke depan tidak ke belakang. Berfikir ke depan….memikirkan masa depan … berarti memikirkan sesuatu yang belum ada. Memikirkan sesuatu yang belum ada berarti banyak melibatkan cita-cita dan keinginan di masa depan. Waaahh…sesuatu yang mungkin masih sangat abstrak bagi kebanyakan orang (ini juga termasuk saya…). Lebih mudah bagi kita mengatakan dan berprinsip “biarkan hidup mengalir bagai air, mengalir dari mata air sampai ke laut”. Kelihatannya nyaman hidup ini kalau kita betul-betul dapat mengalir bagai air sampai ke laut yang biru, tenang dan indah. Atau ada yangb berpendapat tentang hidup ini dengan kata-kata “biarkan waktu yang menyelesaikan…”
Suatu malam beberapa bulan yang lalu sempat terlintas di pikiran saya…”belum tentu loh perumpamaan waktu dan air itu mencerminkan kehidupan kita”. Saya awalnya cuma becanda saja “kalau air itu tadi mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah..ya kalo lancar sampai ke laut…kalau mampir dulu di comberan atau septic tank gimana coba???? Kan bahaya hidup kita…
Rasa-rasanya Tuhan tidak menghendaki demikian deh…(sorry saya muslim tapi tidak tahu ayat di Qur’an atau sabda Nabi di Hadits tentang ini…maklum bukan ustadz). Saya cukup yakin Tuhan menghendaki kita menata hidup kita. Untuk bisa menata hidup dengan baik tentunya harus direncanakan lebih dulu. Ibarat orang mau membangun rumah tentu bayar arsitek dulu untuk membuatkan gambar rumah idaman…Saya pikir demikian juga dengan menbangun hidup ini.
Merencanakan hidup waahhh…harus berfikir banyak hal ini…(setuju?). He…he…he…malas ya rasanya mikir banyak begitu. Memang lebih enak tidak banyak berfikir agar otak kita tetap bagus tidak cepat aus…ha…ha…(iu juga termasuk saya…). Memang banyak yang harus dipikirkan… memang cukup menyebalkan tetapi (menurut saya) tetap harus dilakukan karena kita bertanggung jawab atas hidup kita sendiri…. bukan orang lain.
Oke teman-teman sekian dulu ya…ya… yng penting mari “Rencanakan Hidup Kita dan Hidupkan Rencana Kita”. (Kata-kata bijak ini saya ambil dari Mas Wiwit Prayitno di www.asuransicerdas.com)
Tengkiyu n Ciiiyuuuu
Tags: asuransi > cita-cita > hidup kita > keniginan > keuangan > masa depan > mimpi > perencanaan > rencana > rencana hidup
Disalahkan atau Menyalahkan…? Pilih mana…?
Posted on | November 30, 2010 | 7 Comments
Assalaamu Alaikum,
Jumpa lagi teman-teman onliner, he…he…he… baru saja saya mendengarkan cerita tentang orang yang lebih dulu menyalahkan sebelum disalahkan. Mungkin dengan menyalahkan dulu dia merasa lebih aman. Padahal kalau mengacu pada kata-kata ustadz kondang Aa Gym, beliau bilang bahwa hal terbaik yang harus dilakukan seseorang saat dia dikritik orang lain adalah…introspeksi diri. Setahu saya ada sebuah hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah Muhammad pernah bersabda “Orang yang pintar adalah orang yang mau mengoreksi dirinya sendiri dan beramal untuk masa setelah mati, orang yang bodoh adalah orang yang selalu menuruti hawa nafsunya dan berharap sesuatu yang baik kepada Allah”.
Sayangnya saya lupa dari riwayat mana hadist tersebut (maklum bukn ustadz). Nah kalo melihat kedua acuan tersebut pilih mana menyalahkan orang lain atau disalahkan orang lain? he….he…he…
ciiiyuuuu…
Pahala dan Dosa Tidak Jelas Ukurannya?
Posted on | November 30, 2010 | 2 Comments
Teman-teman baru saja saya ngobrol dengan salah satu staf di Satuan Pengawas Internal UNS. Ngobrol-ngobrol santai saja…ternyata nyangkut ke perilaku kita sehari-hari yang merupakan pilihan bagi kita untuk melakukannya atau tidak dalam hidup ini. Ceritanya adalah pilihan untuk mencari rezeki yang halal atau tidak halal.
Ternyata halal dan tidak halal kita bisa memilih kok. Kalau kita memilih rezeki yang tidak halal ada risiko ada juga keuntungannya. Biasanya rezeki yang tidak halal jumlahnya lebih besar (menurut saya lho…) tapi ada risikonya juga. Risikonya adalah mendapat dosa dan hukuman dari Nya. Kalau kita memilih nrezeki yang halal biasanya jumlahnya gak banyak..(menurut saya lho…) tetapi dapat pahala.
Hanya saja ukuran dosa dan pahala ternyata tidak jelas. Misalnya Kalau seorang muslim tidak menjalankan salah atu shalat wajib berapa dosanya ya? Misal lagi jika kita berbuat baik seperti bersedekah kepada tetangga kita yang lagi kelaparan, pahalanya berapa ya?
Nah, sepertinya memang disengaja tidak jelas oleh Tuhan YME, karena jika hitungannya dibuat jelas maka kita manusia pasti akan berhitung tentang dosa dan pahala kita secara matematis. Selanjutnya manusia akan berani berbuat dosa karena menurutnya tabungan pahalanya masih banyak….ha….ha….haa….(sekali lagi menurut saya lhoo…)
Waallahu A’lam
ciiiyuuuu….
selamat datang
Posted on | August 23, 2010 | 4 Comments
vfbfgh